Share |

Hikayat Perahu Sampan

19.49 / Diposting oleh Amien Wangsitalaja / komentar (0)

Amien Wangsitalaja

--esti

kau menggali lukaku
sedalam kenangan sungai

aku
dengan perahu sampanku
pernah sangat setia menyibak riak
menyisir nostalgia
kala angin semilir atau kencang
kala mentari hangat atau menyengat
dan air pasang
dan air surut

begitulah
terlalu aku menyanjung sampan
menggauli tanjung

kerana bagiku
riwayat sungai
dan ketenangan
amatlah berarti

tapi kenapa
kau menggali lukaku
sedalam kenangan sungai

Label: ,

Bulan

19.48 / Diposting oleh Amien Wangsitalaja / komentar (0)

Amien Wangsitalaja

intiplah bulan itu, ukhti
kerana ia tersenyum
saat kurangkum dalamnya dekap

dan kau mulai bercerita
dengan ceria
tentang tempat
yang purnama bisa makin ada makna
“di kotaku” katamu
ya, di kotamu
di tubuh kotamu
di tubuhmu

dan tidakkah kaulihat
aku sudah mulai membuka pintu
menatap kota
menatap tubuh kota
menatap tubuhmu

“ada makna” kataku
dan kau tersenyum
bersama bulan yang terlihat
dan dalamnya dekap
ya

Label: ,

Habiba dan Pencuri

19.46 / Diposting oleh Amien Wangsitalaja / komentar (0)

Amien Wangsitalaja

Habiba dan Pencuri (1)

habiba, kucuri senyum kecilmu
dari dalam keseronokan rumah
yang mengunci sejarah
dan mengemas dongeng sebelum tidur
saat itu
aku masih sering melucu
mengangankan pintu kan mengurungku

habiba, aku telah meraba jendela
saat kuhirup aroma bibir mempelai
yang mengingatkanku pada hujan
yang tak mungkin bisa ditahan

habiba, barangkali delik matamu
tepat menghunjam di jantung sufiku
tapi sempatkah kaukenal
sederhananya angan pencuri?



Habiba dan Pencuri (2)

kau mengingatkanku pada mimpi
yang urung kutafsirkan kemarin malam

begitulah, setiap kuselidik bibirmu
dengan lukisan tipis dari air ilmu
aku tergetar untuk memungut kembali
khasanah nafsu
yang pernah kusimpan di guci waktu

Label: ,

Sketsa Gempa Sketsa Keluarga

19.45 / Diposting oleh Amien Wangsitalaja / komentar (0)

Amien Wangsitalaja

Sketsa Gempa Sketsa Keluarga (1)

zaujati, inikah rumah kita?
dinding batu runtuh
meja tamu tak lagi utuh

inikah ranjang yang kemarin?
hilang tanda rindu berpagut



Sketsa Gempa Sketsa Keluarga (2)

ayah
aku dihantui guruh batu
dan kabut debu

saat itu
aku merasakan hati ibu

ayah
ambilkan buku catatanku
di bawah reruntuh dinding dan pintu

saat itu
hadirmu sangat berarti bagiku



Sketsa Gempa Sketsa Keluarga (3)

aku akan membangun rumah baru
kelak kautahu
rumah yang kaurobohkan dahulu
menyibak pondasi rindu

Label: ,

Perawan Lamin

19.44 / Diposting oleh Amien Wangsitalaja / komentar (0)

Amien Wangsitalaja

Perawan Lamin 1
--anna bell

mungkin kauherankan sugunku
ketika kumasuki lamin
dan kusaksikan engkau menari
menari
mengumpulkan mimpi

aku tertegun
pada peluh yang kausangkal
dapat meneguhkan syahwatku

dan sementara geliat tubuhmu
mengetuk-ngetuk lantai
aku tegak
dalam syahwat
dalam sugun

___
lamin: rumah panjang orang Dayak




Perawan Lamin 2

kupanggil saja kamu anna
tapi kamu memang manis
duduk di sisi lamin
menyorongkan manik-manik hati

aku terpedaya
tak kuasa menawar harga rindu
aduh

kupanggil saja kamu anna
kerana aku ingin melihatmu menari
mengepakkan lengan
menyibakkan kaki

aku silap
tak kuasa menjinjing angau
aduh

Label: ,

Eusideroxylon Zwageri

19.43 / Diposting oleh Amien Wangsitalaja / komentar (0)

Amien Wangsitalaja

mengapa harus iri
pada eusideroxylon zwageri
sedang senyum yang pernah kaugenitkan pada sufi
kian menguat oleh hujan dan terik mentari

ini tentu bukan mimpi
saat kusentuh tangga lamin yang bahari
aku telah belajar menakik hati
dan kupastikan sesaat lagi
rambutmu menyibak menggerai
kerana aku mulai mendaki

___
eusideroxylon zwageri: ulin

Label: ,

Enggang

19.42 / Diposting oleh Amien Wangsitalaja / komentar (2)

Amien Wangsitalaja

“bucaros rhinoceros
ngangkasa nerobos eros”

biarkan aku terus menyanjungmu, puteri
dan kuselipkan bulu enggang di sisi kiri
engkau tahu
dan harus tahu
dalam bujukan metafisika yang jalang
aku selalu saja kembali merasa lajang

___
bucaros rhineceros: burung enggang

Label: ,